Jumat, 29 April 2016

Bahan ini dipublikasikan untuk mata kuliah
“Mikroprosesor dan Antarmuka “

Jurusan Teknik Elektro

Universitas Andalas

DOSEN PENGAMPUH:DARWISON,MT

di buat oleh : M.RENDY (1410952057)

tahun ajaran : 2015/2016

referensi:1. Andrianto, Heri. 2015. " Pemrograman Mikrokontroler AVR ATMega16 Menggunakan Bahasa C (Code Vision AVR) ". Informatika Bandung: Bandung.
2. Barry B Brey, "The Intel Microprocessors 5th edition ". ,Erlangga

3. Darwison, 2010, " Teknik Interface (antarmuka) : Perancangan Hardware dan Simulasi Software     Serta Aplikasinya" , ISBN:978-602-9081-10-7, CV Ferila, padang
4. Darwison,2007,” Teori,Rancangan,Simulasi dan Aplikasi Mikroprosesor dan Mikrokontroller".

5. Kadir Abdul, 2013, " Panduan Praktis Mempelajari Aplikasi Mikrokontroler dan Pemogramannya dengan Arduino" , ISBN:978-979-29-4017-6, Andi Publisher, Yogyakarta



Padang 
2016 

Tugas- Tugas :
1. Tugas Rangkaian Interface (Rangkaian dan Doc) dapat didownload disini
2. Tugas Program Assembler (File Program dan Doc) dapat didownload disini
3. Tugas Rangkaian dari buku Mikroprosesor Intel (Jilid 2) (File Rangkaian) dapat didownload disini
4. UTS Mikrokontroler dan Antar Muka 2016 Soal Nomor 1 (*html, rangkaian, video tutorial) dapat didownload disini
 Perbaikan Rangkaian UTS No 5 dapat didownload disini
5. UAS Mikrokontroler dan Antar Muka 2016, TA Faris Al Faruqi 1110951019 (*bahan presentasi, rangkaian) dapat didownload disini 
HTML UAS Mikrokontroler dan Antarmuka TA Faris Al Faruqi dapat didownload disini

BAHAN PRESENTASI MIKROKONTROLLER ARDUINO

BAHAN PRESENTASI MIKROKONTROLLER ARDUINO

TAHUN AJARAN 2016/2017

 DOSEN PENGAMPUH:DARWISON,MT
Bahan : kelompok 17 (Mikro C)
tahun ajaran 2015/2016
referensi: 1. Kadir Abdul, 2013, " Panduan Praktis Mempelajari Aplikasi Mikrokontroler dan Pemogramannya dengan Arduino" , ISBN:978-979-29-4017-6, Andi Publisher, Yogyakarta
 
Pertama-tama yang dapat dilakukan untuk memulai membuat rangkaian arduino pada proteus adalah menginstal library arduino pada proteus sehingga proteus memiliki komponen arduino,toturial penginstalan library. Selanjuutnya dalam menjalankan fungsi mikrokontroler arduino dapat disimulasi fungsinya pada software Proteus.

Rangkaian Arduino dengan LED sederhana
 
pada rangkaian ini,  rangkaian arduino dengan led sederhana dimana led akan berkedip sesuai delay waktu yang diberikan. Rangkaian ini menggunakan mikrokontroller arduino yang didapatkan dari inputan library dan sebuah led sebagai output dari mikrokontroller.
Berikut beberapa aplikasi penggunaan mikrokontroler ini, yaitu :

rangkaian LED berkedip dan percobaan led


pada rangkaian ini,yaitu rangkaian led sederhana dimana led akan berkedip sesuai delay waktu yang diberikan.rangkaian ini menggunakan mikrokontroller arduino yang didapatkan dari inputan library dan sebuah led sebagai output dari mikrokontroller.

array LED dengan 4 resistor dan 1 resistor
 rangkaian diatas merupakan pengembangan rangkaian dari rangkaian led berjalan dimana pada rangkaian tersebut digunakan 4 buah led dan 4 buah resistor dan sebuah mikrokontroller arduino yang sudah diprogram.perbedaan dengan rangkaian diatas hanya terletak pada jumlah resistor yang digunakan,hal ini dimaksudkan untuk menghemat biaya rangkaian.
>pushbutton dan LED
rangkaian diatas adalah rangkaian sederhana yaitu led dengan switch dimana switch akan mengatur hidup/matinya led tersebut.
>pengaturan intensitas cahaya LED
rangkaian diatas adalah rangkaian pengatur kecerahan cahaya dengan menggunakan button dimana button akan mengatur kecerahan cahaya dimana ouput led dihubungkan pada pin 8 dan output button dihubungkan pada pin 2 dan 3.
>mengatur intensitas cahaya LED dengan potensiometer
pada rangkaian diatas digunakan sebuah potensiometer dimana potensiometer mengatur intensitas cahaya led yang akan diberikan
memasang speaker
pada rangkaian diatas adalah rangkaian yang menunjukan pemasangan speaker yang berfungsi sebagai output dari program yang diberikan terhadap arduino.
rangkaian sensor suhu LM35
rangkaian diatas rangkaian sensor suhu ini menggunakan sebuah sensor suhu lm-35 dimana lm-35 akan membaca suhu disekitarnya sehingga suhu dapat terbaca,suhu dibaca dengan komunikasi serial (9600) dimana hasil dari pembacaan suhu akan ditampilkan pada komputer ataupun laptop
menghubungkan LCD ke arduino
 pada rangkaian diatas adalah menghubungkan LCD ke papan mikrokontroller arduino adapun pin yang digunakan dalam pemasangan LCD adalah sebagai berikut:
data diatas merupakan tabel pin yang digunakan pada LCD yang dipasangkan pada mikrokontroller

termometer digital arduino
rangkaian diatas merupakan pengembangan dari rangkaian sebelumnya,dimana letak perbedaannya hanyalah pada rangkaian ini menggunakan sensor suhu lm-35 sebagai inputan datanya dan lcd merupakan output dari hasil pembacaan sensor tersebut.

sensor cahaya dan arduino

rangkaian diatas merupakan pengembangan dari rangkaian led sederhana,pada rangkaian ini digunakan LDR(light dependent resistor) sebagai sensor cahaya untuk membaca terang dan gelapnya cahaya.rangkaian ini biasanya digunakan untuk lampu otomatis pada lampu jalan.
sensor jarak

rangkaian diatas merupakan rangkaian sederhana dari pengaplikasian sensor jarak dimana sensor jarak akan membaca jarak antara penghalang dan sensor tersebut dan nilai pembacaan dibaca secara serial.
  


rangkaian indikator terang gelap cahaya
Selanjutnya rangkaian diatas merupakan pengembangan dari rangkaian led sederhana, pada rangkaian ini digunakan LDR(light dimming resistor) sebagai sensor cahaya untuk membaca terang dan gelapnya cahaya.rangkaian ini biasanya digunakan untuk lampu otomatis pada lampu jalan.

Rangkaian deteksi suhu
Rangkaian ini merupakan rangkaian deteksi suhu yang menggunakan sebuah sensor suhu lm-35 dimana lm-35 akan membaca suhu disekitarnya sehingga suhu dapat terbaca,suhu dibaca dengan komunikasi serial (9600) dimana hasil dari pembacaan suhu akan ditampilkan pada komputer ataupun laptop.
Selengkapnya bahan presentasi seluruh Buku Mikrokontroler Arduino " Panduan Praktis Mempelajari Aplikasi Mikrokontroler dan Pemogramannya dengan Arduino" ( HTML, Simulasi Rangkaian, Video Tutorial, Software yang digunakan, CD Buku) dapat didownload disini

BAHAN PERSENTASI MIKROPROSESSOR (BAB II MEMORY dan INPUT/OUTPUT)

BAHAN PERSENTASI UNTUK MATA KULIAH "MIKROPROSESSOR DAN ANTARMUKA" 2016

referensi:
1. Darwison, 2010, " Teknik Interface (antarmuka) : Perancangan Hardware dan Simulasi Software     Serta Aplikasinya" , ISBN:978-602-9081-10-7, CV Ferila, padang

2.  BARRY B. BRAY, "MIKROPROSESSOR INTEL", JILID 1, EDISI 6 .


MIKROPROSESSOR
Bahan : kelompok 4
Tahun Ajaran 2015/2016



BAB II
MEMORY dan INPUT/OUTPUT
 


Memori merupakan bagian dari komputer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan infomasi yang harus diatur dan dijaga sebaik-baiknya. memori merupakan piranti komputer yang digunakan sebagai media penyimpan data dan informasi saat menggunakan komputer. jenis memori ada 2:
 
2.1 RAM (Random Acces Memory)
RAM merupakan memori tempat penyimpanan data dan atau program untuk sementara waktu.
Ada 2 macam RAM yaitu : RAM statis dan RAM dinamis.
Apabila diperlukan memori RAM yang cukup kecil seperti dalam rangkaian sistem minimum  maka pemakaian RAM statis akan lebih menguntungkan karena tanpa menggunakan RAM Controller seperti pada RAM Dinamis. Untuk selanjutnya RAM statis disebut saja dengan RAM.
RAM 6116 yang dipakai didalam sistem minimum mempunyai pin CS (Chip Select) untuk mengaktifkan IC tersebut, pin OE (Output Enable) sebagai pin sinyal kontrol RD untuk membaca data dan pin WE (Write Enable) sebagai pin sinyal kontrol WR untuk menulis data seperti gambar 2. Selain itu,  terdapat pin-pin untuk addresing A0-A10, pin data D0-D7 untuk masukan dan keluaran data 8 bit. Sisa bus address mulai A11-A19 dipergunakan untuk rangkaian decoding bagi RAM yang bersangkutan.



  • RAM statis mempunyai keuntungan dalam hal kemudahan pengoperasiannya karena tidak diperlukan refresh Row Address Strobe (RAS) dan Colom Address Strobe (CAS) kerugiannya adalah ukuran bit yang besar dan waktu access yang relatif lebih lama dibandingkan dengan RAM Dinamis.Apabila diperlukan memori RAM yang cukup kecil seperti dalam rangkaian sistem minimum di buku ini maka pemakaian RAM statis akan lebih menguntungkan karena tanpa menggunakan RAM Controller seperti pada RAM Dinamis.
  •  Untuk selanjutnya RAM statis disebut saja dengan RAM. Memori jenis RAM digunakan untuk menyimpan data sementara waktu. Data pada RAM akan hilang bila supply tegangan terputus. salah satu contoh dari RAM yaitu RAM 6116.RAM 6116 yang dipakai didalam sistem minimum mempunyai pin CS (Chip Select) untuk mengaktifkan IC tersebut, pin OE (Output Enable) sebagai pin sinyal kontrol RD untuk membaca data dan pin WE (Write Enable) sebagai pin sinyal kontrol WR untuk menulis data seperti gambar 2. Selain itu, terdapat pin-pin untuk addresing A0-A10, pin data D0-D7 untuk masukan dan keluaran data 8 bit. Sisa bus address mulai A11-A19 dipergunakan untuk rangkaian decoding bagi RAM yang bersangkutan.


Kombinasi dari ketiga pin-pin

-CS
-OE
-WE
Mode
Pin–pin I-O
1
X
X
Non aktif
High Z
0
0
1
Read
Out
0
1
0
Write
In
Tabel 1 Fungsi pin-pin CS, OE dan WE pada RAM 6116

2.2  ROM (Read OnIy Memory)
ROM
salah satu jenis memori yang hanya dapat dibaca saja isinya dengan instruksi-instruksi bahasa mesin.
Perbedaan utama ROM dengan RAM adalah bahwa data di ROM tidak akan terhapus walaupun tegangan supply terputus dari rangkaian.
Saat ini sudah banyak ROM yang memanfaatkan IC EEPROM yang bisa ditulis dan dihapus datanya dengan memberikan tegangan tententu. 

Perbedaan utama ROM dengan RAM adalah bahwa data di ROM tidak akan terhapus walaupun tegangan supply terputus dari rangkaian. Untuk saat ini sudah banyak ROM yang memanfaatkan IC EEPROM yang bisa ditulis dan dihapus datanya hanya dengan memberikan tegangan tententu.
Untuk ROM jenis EPROM seperti 27128 mempunyai empat pin kontrol yaitu: pin OE, pin CE, pin PGM dan pin VPP 
ROM jenis EPROM seperti 27128   


Pin CE berfungsi untuk mengaktifkan rangkaian buffer I-O yang terdapat didalam EPROM 27128. Sedangkan pin OE yang berfungsi sebagai strobe untuk data out dari EPROM. Dan pin PGM dan pin VPP berfungsi pada saat EPROM sedang diprogram atau diisi dengan EPROM Writer.

Pin PGM akan dibuat 0 dan pin VPP diberi tegangan sesuai dengan jenis EPROM yang dipakai. Untuk EPROM 27128A besamya VPP adalah 12,5 Volt. Setelah selesai dengan pengisian EPROM maka didalam rangkaian sistem minimum pin PGM dan pin VPP dihubungkan ke tegangan catu 5 volt.

Urutan langkah-langkah yang dilaksanakan mikroprosesor dalam melaksanakan instruksi read pada ROM adalah sebagai berikut:
a.   Address dari memori yang dituju diload ke bus addresss setelah ada sinyal ALE.
b.   Chip Select yang dari EPROM yang dituju akan aktif low sehingga EPROM meng-input-kan address dari bus address misalnya A0-Al3 seperti pada EPROM 27128.
c.   Kemudian mikroprosessor mengirim sinyal RD  pada EPROM.
EPROM mengalami pembacaan atau data dikirim ke mikroprosesor. 

2.3  Input-Output (I/O)
          Penjelasan IC I/O seperti PPI 8255, PIT 8253, PIC 8259 dan AD/DA Converter dapat dilihat pada buku teknik Interface.


Register-register PPl 8255
PPI 8255 mempunyai empat register yaitu Register Port A, Port B, Port C dan Control Word. Masing-masing register bekerja ditentukan oleh kombinasi A1 dan A0.  






Hubungan antara Microprossesor 8088 dengan memori atau input output dilakukan dengan menggunakan fungsi read and write.

Hubungan Mikroprosesor dengan memori atau I-O

1.   Proses pembacaan data memori atau I-O oleh uP (arah data: memori ke uP)

Adapun prinsip kerja adalah:
a)   Pertama,  mikroprosesor 8088 mengirimkan address (lokasi) dari data yg akan dibaca.
b)   Lalu, mikroprosesor 8088 mengirimkan sinyal kontrol read (MEMR / IOR) ke memori atau I-O sesuai alamat yang diinginkan.
c)   Kemudian, setelah menerima sinyal kontrol read, memori atau I-O  mengirimkan data ke mikroprosesor 8088.
d)   Setelah data terkirim ke mikroprosesor 8088 maka data di bus data kembali menjadi tidak valid karena dapat dipakai untuk mengirim atau menerima data oleh memori maupun peralatan I-O.
 
Berikut Penggunaan Memori dan Input Output PPI, PIT, PIC pada rangkaian sistem minimum

W
gambar 9. A 64 K memory system that parity error

Rangkaian Di Proreus:
  1. Rangkaian Memori
memori.PNG
2. Rangkaian Interface Input
interface input.PNG
3. Rangkaian Decoder
decoder.PNG
4. Rangkaian DAC 0808
Rangkaian DAC O808.PNG

5. Rangkaian 64 KEY KEYBOARD
64 KEY KEYBOARD

6. Rangkaian 82C55 THE LOW BANK 80386SX
82C55 THE LOW BANK 80386SX.PNG
rangkaian diatas saya bikin sperti itu karena pada proteus tidak ada komponen 82c55 nya.
7. Rangkaian A PAL16L8 DECODES 8 2764
A PAL16L8 DECODES 8 2764.PNG


9. Rangkaian Input output decoder port 40H dan 41H
Input output decoder port 40H dan 41H
10. RANGKAIAN MEMORI 64K EPROM DAN 128K SRAM
RANGKAIAN MEMORI 64K EPROM DAN 128K SRAM
11. Rangkaian memori 256K SIMM dan 82C08 DRAM controller
rangkaian memori 256K SIMM dan 82C08 DRAM controller


aplikasi sistem minimum kontrol suhu ruangan menggunakan dot matrix


pada rangkaian digunakan mikroprosessor intel 8086 dengan ic rom,ppi,dotmatrix,keypad,dan digital analog converter,serta sensor suhu lm-35.
>aplikasi sistem minimum kontrol suhu ruangan menggunakan 7-segment


pada rangkaian digunakan mikroprosessor intel 8086 dengan ic rom,ppi,7-segment,dan digital analog converter,serta sensor suhu lm-35.
>aplikasi sistem minimum kontrol suhu ruangan menggunakan LCD
pada rangkaian berikut ini tidak jauh beda dengan rangkaian sebelumnya,hanya saja perbedaan terletak pada penampilan suhu tersebut,jika pada rangkaian pertama penampilan menggunakan 7-segment maka penampilan pada rangkaian kedua menggunakan LCD.
 

Selengkapnya bahan presentasi mikroprosesor ( HTML, Simulasi Rangkaian, Video Tutorial) dapat didownload disini